Senin, 13 Maret 2017

Deal with it.

I dont know dear.. maybe the reason why I'm still stuck in this 'step' because I keep remembering unimportant past. It's time to deal with. To release everything freely. And forget it. I promise I'll try. It a must!

So..today..I promise my self to stop everything (things about past time). Eventhough I'll miss it someday just remember it as tiny dream that I couldn't reach and hated things. '

Bener ya..inget komitmen ini. Gak boleh lo balik lagi ke masa lampau. Saatnya kau berjalan. Saat ini kamu emang terlambat jauh, tapi bukan berarti kamu gak bisa ngejar. Kamu hanya perlu stop berjalan dan mulai berlari, karena ini gak mudah. Ini gak mudah.

Satu mindset lagi yang perlu kamu lakukan adalah belajar mencintai dirimu apa adanya.

Sabtu, 11 Februari 2017

Shoes!

Lagi lagi, ngerasain hal yang sama "feel left out" oleh orang-orang yang juga sama. Aku kayanya emang gak cocok deh berteman atau bersahabat baik. Ketika aku udah mikir mereka bener-bener my bestie EVER, tapi kenyataannya enggak. Kadang-kadang aku mikir, apa aku cadangan doang. Ibarat sepatu, ada sepatu favorit dan sepatu yang lain. Sepatu favorit pasti dipake kemana aja bahkan sampe butut-butut juga dipake. Nah, ntar kalo misalnya sepatu favoritnya dicuci baru deh pake sepatu biasanya. Jadi dipake kalo emang gak ada pilihan. Yaaah..mungkin sepatu favoritnya itu dipake karena emang yang paling nyaman. In this case, maybe aku sepatu biasanya itu. Hurtful..

Aku kaya gini gak cuma karena perasaanku aja. Tapi ini fakta. Aku punya temen-temen yang aku rasa kita deket banget. Tapi ternyata mereka punya grup sendiri yang mereka ngerasa lebih nyaman. aku selalu jadi orang yang terkhir tau kalo ada apa-apa. jadi orang yang terakhir diajak. Jadi orang yang diabaikan dari rahasia dengan rencana-rencana mereka. Jadi orang yang dibutuhkan paling terakhirlah karena mereka udah gak punya cara lain. 

Nah tuh, sakit gak? aku cuma diem nyimpen semua dalam hati. mungkin kekecewaan dan kesakitan ini yang bikin aku jadi insecure, sinis, jahat. Mungkin ini perwujudan self defence aku. Ketika orang-orang gak bisa jaga perasaan aku yang aku lakuin ya jaga hati aku sendiri. karena kalo engga, mungkin aku bakal rusak.

seperti yang udah-udah, stop berteman itu kunci bertahan. Aku rasanya gak bisa lagi balik kaya aku yang dulu. Aku gak peduli mereka mau gimana. Aku coba bertahan walaupun hidup tanpa "sahabat" Bestfriend forever? I dont' even believe that they were in real life. And.. I dont' know anymore...

Jumat, 16 Desember 2016

Pergi dan Tinggal

Hari ini, aku nonton film. Film itu cerita tentang seseorang yang ditinggal pergi tanpa pamit. Sampe bertahun-tahun lamanya, tanpa kabar pula. Hingga akhirnya setelah sekian lama orang yang pergi itu dateng tiba-tiba.

Egois gak sih? Udah pergi tanpa kata, gak pamit, apalagi kalau ternyata sepasang kekasih kan bingung tuh ini ceritanya lanjut atau udahan? dan kalau sahabatan yang ditinggal pasti feel betrayed banget. Menurutku, untuk orang yang pergi ini gak berhak kesempatan kedua. Dia gak tahu bertahun-tahun yang ditinggalkan tenggelam kesedihan. Waktu yang pelan-pelan dia gunakan buat ngobatin hati. Orang yang pergi ini lebih baik gak pernah datang lagi ke kehidupan orang yang ditinggalnya. 

Aku pernah baca sih tulisan Tere Liye, kurang lebih kata-katanya " Saat ada dua orang, yang pergi dan yang ditinggalkan, kita harus menempatkan sudut pandang di posisi orang yang pergi"

Aku setuju kata-kata ini. Tapi ini berlaku hanya untuk seseorang yang pergi dengan pamit. Saat itu orang yang ditinggalkan mendapatkan kepastian. Dia tau harus menunggu atau engga. Dia tahu harus mempersiapkan dan mengkondisikan hatinya seperti apa. Setidaknya dia tau dia berada di tanda titik bukan koma.



Senin, 12 Desember 2016

On Time

Sering banget ya, untuk topik yang satu ini penting banget untuk dikritisi. Karena lagi deket sama hal ini jadinya gatel banget buat bikin postingan ini. "On time" yang seringkali bikin gregetan. Aku gak tau ya, beberapa orang disekitarku menganggap hal ini enteng. Sayangnya ini terjadi sama orang yang justru, kalo menurut kacamata orang sekitarnya, dilakuin orang-orang yang 'bisa diandalkan'.
jujur aku pribadi bukanlah orang yang tepat-tepat amat kalau janjian. Tapi dari kecil aku dibiasakan ontime sama orang tua. Aku selalu inget kata ayah, "lebih baik menunggu satu jam daripada terlambat satu menit". See?simple words means a lot. Efeknya, saat aku terlambat aku selalu ngerasa gak nyaman, panik, gak tenang yah..intinya feel bad. So.. aku selalu berusaha tepat waktu.

Contoh kasus deh, misalnya aku janjian ketemuan jam 8 itu berarti aku harus udah ditempat jam 8 bukan berangkat jam 8. Itu artinya: aku harus berangkat jauh sebelum jam 8 tergantung dari lokasi asal dan tujuan aku misal jam setengah 8. Itu artinya: siap-siap segala macem harus dilaksanain sebelum setengah 8 misalnya dari jam 7. Estimasi persiapan jam 7 ini juga harus dipertimbangkan dari kecepatan diri sendiri. Misalnya aku sadar aku orang yang lamban yaahh harusnya siap udah dari setengah tujuh, atau lebih baik dari jam 6. Mungkin kalo orangnya emang cepet, dari jam 7 juga udah cukup. Nah.. konsep ini yang selalu aku terapkan saat bikin janji sama siapapun.

Sayangnya masih banyak orang yang suka nganggep enteng arti tepat waktu ini. Bagi beberapa orang, janjian jam sekian ya jam sekian mereka berangkat. Jadi misal janjian jam 8 yaa mereka baru berangkat jam 8. Mindset yang kaya gitu ga sih yang harus diluruskan?? Karena itu berefek banget. Entah bagi si pembuat janji ataupun yang dijanjiin, dicap gak ontime-lah, leletlah, aku sendiri bawaannya males kalo janjian sama orang yang telat mulu. Hhe..begitulah.


Kamis, 08 Desember 2016

?

pagi ini, masih dengan kondisi yang sama dan di tempat yang sama. Perasaan campur aduk yang gak tau kenapa. Mau marah tapi gak bisa. Rasanya sedih tapi gak nangis juga. Dibilang biasa aja juga enggak. Kali ini perasaan yang langka yang susah dijelasin pake kata-kata. Kalo dibilang lebay juga gimana, yang gak ngerasaain gak bakal tau rasanya. Ini bisa dibilang kekiri engga ke kanan juga engga. Putih bukan hitam juga bukan apalagi warna-warni. Hayoloh ini hati kenapa..ha ha ha..
Rasanya lagi pingin dieeeem, gak banyak ngomong, gak sensitif tapi jangan disenggol juga hhe. Udah deh gitu aja buat curcol alay ga jelas ini. Hmmm

Selasa, 01 November 2016

11:11


When there’s not much time left to the day. When we used to make wishes and laugh. Everything reminds me of you. The wind is as cold as the edge of your heart. When I open the window, you blow in. When this time passes. Will this break up be over? Will I forget you?

Everything finds its place and leaves. You took all of me and left. But like the two hands of the clock in my heart. I keep lingering in the same place. In the calendar. The date that we planned out long ago. If you forgot about it all. I guess I have to erase it. It won’t be a big deal after a while. 
Like a strange flower that blooms in between seasons.Like the morning star that hangs. between days. All of this, some day. Will pass. 
Everything finds its place and returns. If I finally smile as if nothing happened. Calling out your name. Won’t hurt as much as it does now.
I believe I will be over you....I believe I will be over you...
(Taeyeon, 2016).

Kamis, 06 Oktober 2016

Goodbye ~


It’s time for goodbye 나의 로맨스여 Goodbye, 바로 어제처럼 느껴지는 그때 시간들

이제는 Goodbye 나의 로맨스여 Goodbye, 기다림조차도 아름답던처음 떨림도
이젠 Goodbye 아쉬워도 Goodbye 나의 Memory~

Selasa, 27 September 2016

Catatan hati seorang aku

      Pagi ini hujan. Niat berangkat pagi-pagi untuk ketemu 'anak-anakku' dilab terpaksa diundur sambil menunggu hujan reda. Tanpa bermaksud menyalahkan hujan, karena hujan termasuk rizki Tuhan yang harus disyukuri. Dingin, gelap karena mendung...hmm suasana yang cocok banget ga sih untuk berselimut dan yeah..kembali tidur. Thanks' to stomach choir of mine wkkwkwk, akhirnya niat bangun terlaksana. Rasa yang satu ini emang gak bisa banget ditahan T.T, akhirnya setelah janjian makan with my best-silly-friends sema dan sains, berangkatlah aku ke tempat mereka diiringi rintik hujan yang semakin teras. Pesanan deliveryku belum juga dateng, dan aku berakhir menulis blog iseng-iseng ini. Sesekali berselancar di dunia maya.
         Sambil diam sambil berpikir, hingga hari ini apa aja yang udah aku lakuin? kok rasanya gini-gini aja di zona aman. Sebenernya ini efek ngeliat beberapa postingan foto-foto beberapa temen yang sudah menginjakan tanah luar Indonesia. yaa.. yang kesana untuk jalan-jalan bahkan studi. Jujur..envy banget. Apalagi usia udah hampir mendekati seperempat abad, hiks..rasanya sayang, I've been doing nothing...
pingiin keluar Indonesia (South Korea, please..)...pingin lanjutin sekolah disana... Semoga tersampaikan aamiin,,

Sabtu, 24 September 2016

Sadness

Have you ever feel so lonely-abandoned? I feel that way today, literally tonight...when you upset and no one try to console you, they leave you alone and let you drowning on your sadness..

Kenyataannya, sesuatu yang kecil jika dilakukan orang yang disayang, rasa sakitnya bisa lebih. I dont know if I just being too sensitive, apa orang kalo ngerasa ini pasti juga sedih...
Ceritanya kemarin, pas belanja, with my best friend N,S,M (in my point of view, i dont know if they feel the same way). N dan S ini punya postur tubuh yang imut-imut, M has beautiful body yah pokoknya ideal , dan aku, unfortunately, have big-fat-body.  Accidentally, because of "my sensitive thing" mentioned by N, entah kenapa tercolek dan aku marah. Dia bilang "Ih gak sadar nih, orang 2 yang badannya gede bukannya bawa troli". Kalimat itu merujuk ke aku n M. disaat yang sama aku masih liat-liat barang. Gak tau kenapa pernnyataan yang sederhana itu tiba-tiba amat sangat menyinggung. Itu tuh kaya nyalain api diatas bensin. Aku langsung jawab "oh yaudah sini biar orang GEDE yang bawa!" dengan nada yang super duper jutek dan langsung aku ambil troli itu dari tangannya dan pergi. Aku liat sih, N langsung kaget dengan reaksi mengejutkan dari aku dan dia langsung diem. mungkin M sama S juga kaget dan bingung mau ngapain. Sebenernya, 5 menit setelah aku pergi itu, asli aku udah gak marah. Ekspresiku emang masih sok-sok'an jutek tapi aku seriously sama sekali udah biasa aja, sambil nyari-nyari kesempatan buat bercanda-canda lagi. Tapi kayanya si N gak melihat itu dan aku gak punya kesempatan untuk berbaikan, Setelah kejadian itu obviously, dia langsung menghindari aku. 

Sebenernya yang bikin aku perasaan aku kaya kalimat paling atas itu adalah saat menyadari kalo dalam bersahabatpun your bestfriends have their favorite-bestfriend. Saat aku marah, gak ada seorangpun diantara S dan M yang mencoba menengahi atau paling ga trying to console both of me or N. Aku sedih, semua berada di pihak N. Disitu aku bener-bener ngerasa sedih. Mereka ngebiarin aku sendirian, jalan seperti orang bodoh, and tetep nemenin N. Setidaknya aku berharap salah satu dari mereka sama-sama nemenin kami, S ke N dan M ke aku atau sebaliknya. Aku pingin nangis sebenernya kalo gak inget itu tempat umum. Aku sedih karena diabaikan. Aku penasaran, maybe suatu hari kami berpisah, mungkin gak ada yang mau bersama diposisiku. Bahkan ketika nulis ini, aku pun ngerasa sedih. Semua orang selalu menganggap aku kuat dan sebagainya padahal enggak. bahkan ketika aku sadari lagi hal ini sebenernya sudah berlangsung sangat lama. Diantara kami bertujuh, gak ada yang bener-bener milih aku. Mereka selalu deket satu sama lain, sharing secret, ngajak ketemu satu sama lain. Aku sering banget ngerasa terasingkan.

But..still.. I love you friends...

Jumat, 23 September 2016

Missing

Have you ever heard about 'semi-introvert'? 
I feel.. I have this kind of personality. Sometimes, i think happiness is being alone. Recharge my self from exhausting activity. I really hate crowded situation. I dont' know.. just..happy and feel refreshed when being alone, only me, I think I dont need anyone else. But sometimes, I feel lonely too. I need my friend around me. Do silly things, laugh, talk...do much thing with my friends. But, now I realize that getting older you so getting lonelier you.. your friends need time to get what they want so do you.
Sometimes I feel like...I hate being older...it means you'll lost your friends slowly.. eventhough you want to stop it, you can't.. it's life.. I do miss my old time so much, my old friend..  

Selasa, 13 September 2016

Life doesn't always go on your way

"Life doesn't always go on your way, isn't it?"

    Kalimat yang aku dapet dari salah satu reality show, dan menurutku itu bener. Hihi.. 
Hidup gak selalu ngikutin kemauan kita. Kita pingin 'a' yang kita dapet malah 'b' atau mungkin kita pingin 'a' tapi gak sampe-sampe. Mungkin salah satu cara ngatasinnya, tetep berusaha yang terbaik, dan jangan pernah berhenti berharap. Kalau keinginan kita belum tercapai, setidaknya dalam perjalanan mencapainya kita nemuin hal yang baru atau pengalaman lain yang justru malah membuka jalan baru. 
     Aku nulis ini, karena 'mungkin' hal ini yang lagi aku alamin. Ketika berlambat-lambat akhirnya berbuah penyesalan. Waktu yang aku punya sekarang tinggal sedikit, amat sedikit untuk nyampe goals aku, yang aku bisa lakuin sekarang? berusaha sekuat dan semampu aku dan yang penting jangan lupa berdoa. Aku percaya keajaiban dan kekuatan Allah yang gak disangka-sangka. Sangat percaya. Selalu percaya. 

-Kamis, 14 september 2016   6:29 AM-

Selasa, 09 Agustus 2016

Dumped

(Selasa, 9 Agustus 2016   11:50 PM   )

Beberapa hari ini sering banget mantengin whatsapp, ngetik namanya, trus ngecek dia lagi online apa gak, mungkin hampir tiap malem (hina sekali diri ini). Rindu kali ya. Udah dua hari yang lalu tiap malem cek dia offline. Terus kebetulan malem ini, tadi abis makan bareng di kos temen, dan rasa penasaran itu dateng lagi. Akhirnya cek, dan walllaaa! dia online. Sekelebat terpikir pikiran iseng, telepon dia tapi seolah-olah kepencet jadi aku terus ngobrol sama temen-temenku seolah gak nyadar, mau tau responnya. Dan akhirnya aku jalanin pikiran hina itu. Dengan menekan ego dan menurunkan rasa gengsi sekuat-kuatnya..dan yang terjadi...NO Respon!!.

Aku rasa telepon itu nyambung, dan akupun tau dia 'on-line'. Pas aku cek riwayat, telepon pun masuk, dan saat ngecek (kupikir dia bakal denger obrolanku sama temen-temen) ternyata pemberitahuannya 'cancelled'. Kata itu menunjukkan dua kemungkinan yang pertama aku gak sengaja matiin it's mean aku batalin telponnya (tapi aku yakin banget panggilan itu masuk) dan yang kedua panggilan itu masuk tapi dia tolak. entah kenapa aku yakin banget sama kemungkinan kedua. Karena setelah itu sama sekali ga ada pesan masuk, yang aku pikir he'll wonder(?), tapi ternyata enggak, aku rasa dia emang lagi ga mau diganggu.. he he he (tawa pait)  

Failed! BIG FAIL!
Conclusion malem ini:
-menurunkan derajat harga diri serendah-rendahnya
-mepermalukan diri sendiri stadium akhir
-Dumped
-Hina sekali diri ini
-I'll never do that anymore, NEVER!!
-start to moveon SERIOUSLY!!
-erase his number, directly!
-loving irrational kpop bias better than loving rational 'human'

Rabu, 03 Agustus 2016

Cheer Up!

(Kamis, 4 Agustus 2016   01:38 AM)

Lagi.. malam..
dan lagi-lagi terjaga, gak bisa tidur..
Entah, terlalu  mikirin apa..yang jelas susah buat tidur..kalo udah gini, cuma kepikiran buat nulis, ntah nulis apapun itu..

Tadi sempet ngecek whatsapp, penasaran 'yang dirindukan' online atau engga, ternyata online, tapi entah dia sedang menjaga atau gimana, kami sama-sama online tapi gak ada satupun yang memulai percakapan. akhirnya diam kembali datang...kadang-kadang lucu... Padahal baru beberapa minggu yang lalu komunikasi kami kembali lancar, amat sangat lancar malah, tapi entah kenapa beberapa minggu kemudian ini komunikasi kami kembali terputus. Lagi-lagi tambah nyadarin sih "keadaan di masa yang akan datang gak akan pernah terprediksi"dan lagi-lagi kembali nyadarin "mungkin saling diam pilihan yang tepat bagi kami".

Kemarin kemarin sempet kesel sih, berasa dicuekin. Berasa yang kemarin gak berarti apa-apa. Berasa diabaikan, dipermainkan, diberikan harapan palsu. Dan itu sakit. Yah sakit gitu aja. Untungnya.. seiring berjalannya waktu semuanya terobati. Yah waktu, emang obat paling mujarab buat nyembuhin luka hati. Dan waktu...tamparan yang pas untuk nyadarin segalanya. Untuk sekarang ini aku prefer menghindari gangguan-gangguan seperti ini lagi. Karena pada akhirnya, aku yang jadi korban (yaa.. korban perasaan #rasain hihi). dan untungnya lagi, hal ini terjadi dengan cepat gitu aja, paling gak aku juga cepet-cepet move-on, meskipun hal ini tetep ngasih efek yang kuat :'(

Ah..yaudahlah yaa.. Life must go on! Cheer up!